One step in life

Seputar ASI

Posted on: November 20, 2009

ASI saya baru keluar 3 hari setelah melahirkan

Saya sendiri adalah anak susu formula (sufor). Menurut Mama cuma ASI 2 minggu pertama saja. Makanya sayapun gak terlalu berangan-angan untuk ASI Ekslusif. Setelah kelahiran anak pertama DSA-nya langsung mengomando untuk ASI, meskipun ASI belum keluar dan belum ‘melek’ bagaimana cara menyusui namun saya sudah rooming in.  Rafa malemnya tanpa nyusu pun bobo nyenyak, namun hari kedua temperaturnya tinggi sehingga terpaksa DSA meminta izin untuk pemberian Formula.

Anak kedua, weee…dari malem pertama di rumah sakit dah rewel, susu baru dikiiiiiittttttttttttttttttttttt setetes2…pengennya tak gendong kemana-mana, badan rontok abis melahirkan, mata sepet banget..yang ada terngiang-ngiang aja gitu lagunya Alm. Mbah Surip. Akhirnya beli botol susu di baby shop di RS, nyoba untuk memerah, karena dia belum bisa latch on sempurna. Alhamdulillah kepake untuk stok karena Zaf harus nginep di RS karena jaundice.

Mastitis

Wekk…jangan sampai terulang. Waktu abis melahirkan anak pertama, seminggu kemudian terkena Mastitis. Pada saat itu meriang, menggigil, badan panas, dan yang paling ‘top’ pay*d*r* itu kerassss seperti batu. Hiks sakiiiit banget!

Di massage, di kompres, di tekan2 supaya sumbatannya terbuka, tapi itu susu seperti tersumbat gak bisa keluar. Jadi dari awal emang harus rajin massage n kompres. Kalau baby blum lancar nyusu, perah aja.

Nipple shield

Alat bantu andalan untuk kedua anak. Nipple saya kecil sehingga baby susah untuk latch on, dengan alat ini menyusui jadi lebih mudah. Keburukan susah deh wean off nya, jadi ketergantungan juga, suka gak PD kalo gak kebawa pergi.

Bantal menyusui

Satu lagi alat bantu yang untuk saya sih kudu punya. Saya beli merk Le monde, dengan harga 160 rb an setelah anak pertama lahir. Sangat berguna, selain untuk menyusui juga bisa digunakan untuk bepergian, supaya tangan gak pegel menyangga bayi. Setelah bayi agak besar bisa dipakai untuk sandaran duduk atau penopang saat telungkup.

Jangan Menyerah & Stress, just enjoy…

MEmberikan ASI memang tidak mudah, penuh perjuangan. Saya kagum dengan para ibu bekerja yang bisa memberikan ASI bagi anaknya, karena untuk saya yang IRT saja itu juga sudah perjuangan. Intinya jangan menyerah, berikan yang terbaik untuk anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: